Mantan Menteri Luar Negeri Indonesia, Ali Alatas meninggal pada hari Kamis, tanggal 11 Desember 2008 pukul 07.30 di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura. Ali Alatas meningalkan istri, Yunisa Alatas, tiga puteri dan delapan cucu. Ali Alatas sebelumnya dikenal luas sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia pada tahun 1988 sampai 1999—kepiawaian beliau di dalam dunia diplomasi membuatnya sempat dinominasikan sebagai Sekjen PBB oleh sejumlah Negara Asia pada 1996.
Beberapa karier seorang Ali Alatas meliputi: Korektor Harian Niewsgierf (1952-1952), Redaktur Kantor Berita Aneta (1953-1954), Sekretaris II Kedutaan Besar RI di Bangkok (1956-1960), Direktur Penerangan dan Hubungan Kebudayaan Departemen Luar Negeri (1965-1966), Konselor Kedutaan Besar RI di Washington (1966-1970), Direktur Penerangan Kebudayaan (1970-1972), Sekretaris Direktorat Jenderal Politik Departemen Luar Negeri (1972-1975), Staf Ali dan Kepala Sekretaris Pribadi Menteri Luar Negeri (1975-1976), Wakil Tetap RI di PBB, Jenewa (1976-1978), Sekretaris Wakil Presiden (1978-1982), Wakil Tetap Indonesia di PBB, New York (1983-1987), Menteri Luar Negeri (1987-1999) Penasihat Presiden untuk Urusan Luar Negeri (2001-2004).
Salah satu filosofi beliau yang ditulis di dalam buku kumpulan pidato-nya: A Voice For Just Peace, adalah A Diplomat work is never done. Penulis berharap agar dirinya serta rekan-rekan Mahasiswa Hubungan Internasional dapat meneruskan perjuangan beliau yang belum tercapai. Seperti salah satu pidato beliau: “Hanya perdamaian yang didasarkan pada keadilan, pada pengakuan akan kesetaraan hidup manusia, keabsahan semua aspirasi manusia, akan menjadi perdamaian yang sejati”.
Indonesia memang kehilangan salah satu pionir diplomat handalnya, namun Penulis yakin kemampuan beliau dalam meneruskan wajah diplomasi Indonesia yang bebas dan aktif dapat menginspirasikan calon diplomat-diplomat muda Tanah Air untuk meneruskan prestasi beliau. Rest in peace, Mr. Ali Alatas, may God be with you…
- Dari berbagai Sumber -
3 tanggapan so far ↓
ardi // Desember 13, 2008 pada 5:36 am |
turun berduka cita atas meninggalnya salah satu putra terbaik bangsa…
selamat tinggal mr. alex
carpe diem
sylvietanaga // Desember 13, 2008 pada 2:31 pm |
Seorang Diplomat yang bukan cuma handal tapi juga rendah hati dan disegani dan dihormati dunia.
mahel // Desember 15, 2008 pada 11:13 pm |
@ardi
Salam kenal, ardi … moga2 kita bisa meneruskan sukses beliau ya.
@sylvie
Yes, bener banget.. no doubt, tokohindonesia.com menjuluki beliau Singa Tua Diplomat Indonesia