<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: The Great Debate of Unpar&#8217;s International Relations</title>
	<atom:link href="http://amahlazwar.wordpress.com/2008/12/04/the-great-debate-of-unpars-international-relations/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://amahlazwar.wordpress.com/2008/12/04/the-great-debate-of-unpars-international-relations/</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 May 2009 05:45:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: amahlazwar</title>
		<link>http://amahlazwar.wordpress.com/2008/12/04/the-great-debate-of-unpars-international-relations/#comment-49</link>
		<dc:creator>amahlazwar</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 14:18:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://amahlazwar.wordpress.com/?p=89#comment-49</guid>
		<description>Dear Benito 94, thank you for the humble comments and &#039;tanggapan&#039;. 

Well said! Sebenarnya, justru tanggapan seperti ini yang saya cari dari seorang alumni Unpar. Bahwa kebanggaan terhadap almamater sendiri merupakan salah satu bekal kita di dalam menghadapi hidup yang --seperti yang berkali-kali dapat anda lihat di blog tersebut-- keras. 

Semuanya dimulai dengan tanggapan berlebihan terhadap kata-kata &quot;I GO TO HI UNPAR AND THAT&#039;S WHY I&#039;M BETTER THAN U&quot;. Yeah, menurut saya sih kritikannya terlalu berlebihan dan (sayangnya) didukung secara berlebihan juga oleh beberapa pihak.

Secara keseluruhan, saya sependapat dengan tulisan Benito. Walaupun kritikan demi kritikan di blog ybs mungkin benar poin-nya, tapi ya kekerasan memang hanya akan menghasilkan kekerasan. Walaupun kesannya sepele: tulisan blog. Tapi apabila tulisan ini dimisinterpretasi oleh junior HI dan membuat mereka kehilangan rasa percaya diri mereka akan almamaternya? Jangan sampai. 

Terima kasih b 94!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Benito 94, thank you for the humble comments and &#8216;tanggapan&#8217;. </p>
<p>Well said! Sebenarnya, justru tanggapan seperti ini yang saya cari dari seorang alumni Unpar. Bahwa kebanggaan terhadap almamater sendiri merupakan salah satu bekal kita di dalam menghadapi hidup yang &#8211;seperti yang berkali-kali dapat anda lihat di blog tersebut&#8211; keras. </p>
<p>Semuanya dimulai dengan tanggapan berlebihan terhadap kata-kata &#8220;I GO TO HI UNPAR AND THAT&#8217;S WHY I&#8217;M BETTER THAN U&#8221;. Yeah, menurut saya sih kritikannya terlalu berlebihan dan (sayangnya) didukung secara berlebihan juga oleh beberapa pihak.</p>
<p>Secara keseluruhan, saya sependapat dengan tulisan Benito. Walaupun kritikan demi kritikan di blog ybs mungkin benar poin-nya, tapi ya kekerasan memang hanya akan menghasilkan kekerasan. Walaupun kesannya sepele: tulisan blog. Tapi apabila tulisan ini dimisinterpretasi oleh junior HI dan membuat mereka kehilangan rasa percaya diri mereka akan almamaternya? Jangan sampai. </p>
<p>Terima kasih b 94!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Benito</title>
		<link>http://amahlazwar.wordpress.com/2008/12/04/the-great-debate-of-unpars-international-relations/#comment-48</link>
		<dc:creator>Benito</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2008 14:33:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://amahlazwar.wordpress.com/?p=89#comment-48</guid>
		<description>Cuma sekedar menanggapi ...

Sebenernya kenapa sih dengan HI Unpar??? Gue sekarangkerja di bank dan gue ga menyesal pernah kuliah di Unpar ...

menurut gue itu bagian dari proses hidup gue, proses pendewasaan gue ...

Jadi kalo ada orang yang (gue quote kata Q yah) menyesal setelah lulus dari Unpar dan sadar bahwa Unpar ga ada apa-apanya, yah itu sih salah ORANG-nya aja ...

Kita semua harus sadar ga ada satu universitas-pun yang bisa menjamin semua lulusannya dapet kerja yang sesuai dengan bidang ilmunya or dengan besar penghasilannya ... jadi kalo ORANG tadi ga bisa dapet kerja diluaran sana kok menyalahkan almamaternya ????

Jadi gue hanya bisa menyarankan ORANG tersebut untuk mulai bercermin, bener ga sih kalo kita gagal di luaran sana karena almamaternya yang buruk? Apa jangan2 kita yang memang ga punya kelebihan dibanding yang lain? Apa jangan2 untuk menutupi kekurangan diri ORANG tersebut terus cari kambing hitam? dan kebetulan Unpar dan HI Unpar yang kena ...

So .. coba deh kita renungin lagi ... bener nih UNpar-nya yang blo&#039;on? atau ORANG itu ???? gue sih yakin Unpar (or HI Unpar) ga sejelek itu .... buktinya gue en temen2 gue masih survive tuh ....  DAN GUE BANGGA JADI ALUMNI UNPAR, TERUTAMA ALMAMATER GUE (HI UNPAR)!!!!!

-b 94-</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Cuma sekedar menanggapi &#8230;</p>
<p>Sebenernya kenapa sih dengan HI Unpar??? Gue sekarangkerja di bank dan gue ga menyesal pernah kuliah di Unpar &#8230;</p>
<p>menurut gue itu bagian dari proses hidup gue, proses pendewasaan gue &#8230;</p>
<p>Jadi kalo ada orang yang (gue quote kata Q yah) menyesal setelah lulus dari Unpar dan sadar bahwa Unpar ga ada apa-apanya, yah itu sih salah ORANG-nya aja &#8230;</p>
<p>Kita semua harus sadar ga ada satu universitas-pun yang bisa menjamin semua lulusannya dapet kerja yang sesuai dengan bidang ilmunya or dengan besar penghasilannya &#8230; jadi kalo ORANG tadi ga bisa dapet kerja diluaran sana kok menyalahkan almamaternya ????</p>
<p>Jadi gue hanya bisa menyarankan ORANG tersebut untuk mulai bercermin, bener ga sih kalo kita gagal di luaran sana karena almamaternya yang buruk? Apa jangan2 kita yang memang ga punya kelebihan dibanding yang lain? Apa jangan2 untuk menutupi kekurangan diri ORANG tersebut terus cari kambing hitam? dan kebetulan Unpar dan HI Unpar yang kena &#8230;</p>
<p>So .. coba deh kita renungin lagi &#8230; bener nih UNpar-nya yang blo&#8217;on? atau ORANG itu ???? gue sih yakin Unpar (or HI Unpar) ga sejelek itu &#8230;. buktinya gue en temen2 gue masih survive tuh &#8230;.  DAN GUE BANGGA JADI ALUMNI UNPAR, TERUTAMA ALMAMATER GUE (HI UNPAR)!!!!!</p>
<p>-b 94-</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sanguines</title>
		<link>http://amahlazwar.wordpress.com/2008/12/04/the-great-debate-of-unpars-international-relations/#comment-47</link>
		<dc:creator>sanguines</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Dec 2008 00:52:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://amahlazwar.wordpress.com/?p=89#comment-47</guid>
		<description>Gosh, I&#039;m sooo out of political thoughts. Hahaha
Just blogwalking, can not think of any political thoughts. so happy I&#039;m out of it. hehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Gosh, I&#8217;m sooo out of political thoughts. Hahaha<br />
Just blogwalking, can not think of any political thoughts. so happy I&#8217;m out of it. hehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: amahlazwar</title>
		<link>http://amahlazwar.wordpress.com/2008/12/04/the-great-debate-of-unpars-international-relations/#comment-42</link>
		<dc:creator>amahlazwar</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2008 20:28:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://amahlazwar.wordpress.com/?p=89#comment-42</guid>
		<description>@ Q 

Q, thank for your nice and humble comment. H mm, sebenarnya sih yang dimaksud dari artikel tanggapan ini adalah the way she give thoughts yang menurut gw so inconsistent dan point-nya engga ada. 

Okay, mungkin intinya adalah dia memberitahu bahwa dunia luar sana kejam dll, tp cara dia ini malah ngejatuhin kepercayaan orang-orang terhadap HI Unpar sendiri. (btw Q, kta ngomongin HI Unpar kan, bukan Unpar).

I do get her main point kok, tujuannya okelah gw udah dpt. It&#039;s all about get out of comfort zone and the bla and the blue. Namun, yaaaa seperti yang gw bilang tadi, mungkin karena dia ingin menjadi &quot;the best disser&quot;, keinginan dia untuk prove her point jadi buyar. Apalagi topiknya emang topik yang cukup sensitif. 

Lastly, semuanya ini dimulai dengan over-exaggerate reaction towards &quot;I&#039;M BETTER THAN YOU&quot; thingy. Dan, diakhiri dengan serba nyalahin, dan ujung2nya jadi nge-diss secara personal. Sama sekali engga nyuruh dia mengubah gaya nulisnya, tapi emang reaksi2 kayak gini yang akan didapatkan seorang disser: so get used to it:)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Q </p>
<p>Q, thank for your nice and humble comment. H mm, sebenarnya sih yang dimaksud dari artikel tanggapan ini adalah the way she give thoughts yang menurut gw so inconsistent dan point-nya engga ada. </p>
<p>Okay, mungkin intinya adalah dia memberitahu bahwa dunia luar sana kejam dll, tp cara dia ini malah ngejatuhin kepercayaan orang-orang terhadap HI Unpar sendiri. (btw Q, kta ngomongin HI Unpar kan, bukan Unpar).</p>
<p>I do get her main point kok, tujuannya okelah gw udah dpt. It&#8217;s all about get out of comfort zone and the bla and the blue. Namun, yaaaa seperti yang gw bilang tadi, mungkin karena dia ingin menjadi &#8220;the best disser&#8221;, keinginan dia untuk prove her point jadi buyar. Apalagi topiknya emang topik yang cukup sensitif. </p>
<p>Lastly, semuanya ini dimulai dengan over-exaggerate reaction towards &#8220;I&#8217;M BETTER THAN YOU&#8221; thingy. Dan, diakhiri dengan serba nyalahin, dan ujung2nya jadi nge-diss secara personal. Sama sekali engga nyuruh dia mengubah gaya nulisnya, tapi emang reaksi2 kayak gini yang akan didapatkan seorang disser: so get used to it:)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Q</title>
		<link>http://amahlazwar.wordpress.com/2008/12/04/the-great-debate-of-unpars-international-relations/#comment-41</link>
		<dc:creator>Q</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2008 11:50:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://amahlazwar.wordpress.com/?p=89#comment-41</guid>
		<description>all of sudden gw harus ngasih tanggapan juga...
gw ngerti knapa tephy berbicara seperti itu...karna dia udah ngerasain bahwa kebesaran UNPAR diluar sana tak seperti yang tertanam seperti ketika dia kuliah disana...ternyata setelah dia ada diluar UNPAR ternyata hanya sebua bangunan besar dan tinggi yang tak berisi..hanya seperti mercusuar...itu juga yang gw rasain setelah lulus dari UNPAR...

perdebatan ini gw pikir cukup baik...dan kalau perlu harus menjadi wacana...ada yang pro dan yang kontra...at least dengan perdebatan ini bisa diidentifikasi kelebihan dan kekurangan UNPAR...kalo perlu ini dijadikan forum, dimana semua orang dari alumni dan mahasiswa n juga dosen bisa duduk bareng buat mikirin masa depan UNPAR dengan sikap pro kontra mereka....

wacana ini bukan karna kita semua benci UNPAR tapi karna kita cinta dengan UNPAR..dan jangan sampe semua halbaik dan buruk disimpan dibawah karpet yang membuat kita ndak berkembang...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>all of sudden gw harus ngasih tanggapan juga&#8230;<br />
gw ngerti knapa tephy berbicara seperti itu&#8230;karna dia udah ngerasain bahwa kebesaran UNPAR diluar sana tak seperti yang tertanam seperti ketika dia kuliah disana&#8230;ternyata setelah dia ada diluar UNPAR ternyata hanya sebua bangunan besar dan tinggi yang tak berisi..hanya seperti mercusuar&#8230;itu juga yang gw rasain setelah lulus dari UNPAR&#8230;</p>
<p>perdebatan ini gw pikir cukup baik&#8230;dan kalau perlu harus menjadi wacana&#8230;ada yang pro dan yang kontra&#8230;at least dengan perdebatan ini bisa diidentifikasi kelebihan dan kekurangan UNPAR&#8230;kalo perlu ini dijadikan forum, dimana semua orang dari alumni dan mahasiswa n juga dosen bisa duduk bareng buat mikirin masa depan UNPAR dengan sikap pro kontra mereka&#8230;.</p>
<p>wacana ini bukan karna kita semua benci UNPAR tapi karna kita cinta dengan UNPAR..dan jangan sampe semua halbaik dan buruk disimpan dibawah karpet yang membuat kita ndak berkembang&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: dramaqueeningrum</title>
		<link>http://amahlazwar.wordpress.com/2008/12/04/the-great-debate-of-unpars-international-relations/#comment-40</link>
		<dc:creator>dramaqueeningrum</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 14:44:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://amahlazwar.wordpress.com/?p=89#comment-40</guid>
		<description>Hi Hel! you caught me on ym ;p

I second the whole &quot;menghargai pendapat orang lain&quot; mumbo-jumbo. Because I do agree that people can write anything they want in their own personal blog. Then some might ask, why all the ho-ha? I personally feel that it is simply because the subject of the matter is something that many holds close to their hearts (either itu karena respek atau dislike).

I salute those who have delivered it in a more elegant way because I myself still find some difficulties in putting random thoughts into good words.

Sehubungan dengan freedom in speech ini, saya sependapat dengan Calvin, &quot;boleh benci, tapi jangan sampai ngga ada cinta sama sekali&quot;. Menurut saya pribadi, kalimat tersebut sangat cantik.

Enough said.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hi Hel! you caught me on ym ;p</p>
<p>I second the whole &#8220;menghargai pendapat orang lain&#8221; mumbo-jumbo. Because I do agree that people can write anything they want in their own personal blog. Then some might ask, why all the ho-ha? I personally feel that it is simply because the subject of the matter is something that many holds close to their hearts (either itu karena respek atau dislike).</p>
<p>I salute those who have delivered it in a more elegant way because I myself still find some difficulties in putting random thoughts into good words.</p>
<p>Sehubungan dengan freedom in speech ini, saya sependapat dengan Calvin, &#8220;boleh benci, tapi jangan sampai ngga ada cinta sama sekali&#8221;. Menurut saya pribadi, kalimat tersebut sangat cantik.</p>
<p>Enough said.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Caecilia Dian Pratiwi</title>
		<link>http://amahlazwar.wordpress.com/2008/12/04/the-great-debate-of-unpars-international-relations/#comment-39</link>
		<dc:creator>Caecilia Dian Pratiwi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 13:05:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://amahlazwar.wordpress.com/?p=89#comment-39</guid>
		<description>haduh, hell.. mbok ya si tephy itu ngaca dulu sebelum nulis.. memang kata mas bonggas salah satu alumni kita yang brilian.. tapi kan kalo emang segitu briliannya ndak usah njelek&quot; in almamater sendiri di blog.. kan si tephy itu ditelurkannya juga dari hi unpar toh.. memberi kritik dan kritis itu bagus.. dan monggo sekali.. tapi sebagai anak hi juga berasa agak merah gak sih muka saat membaca cara penyampaian yang mungkin dimaksudkan untuk lugas dan jujur tapi malah jadinya kasar dan gak pake tedeng aling-aling.. untuk mbak tephy.. mbak, saya kan anak hi juga nih.. 05.. saya mungkin ndak sebrilian mbak, tapi sebagai anak hi rasanya kita semua diajari cara berdiplomasi yang baik dan benar termasuk bagaimana menyampaikan kritik terhadap oposisi.. kalau kita menyampaikan kritik terhadap oposisi saja harus dengan halus dan menyunggingkan senyum, apalagi harusnya kalau kita menyampaikan kritik membangun terhadap almamater sendiri kan.. bisa dengan cara halus yang tidak merendahkan, apalagi kasar... semoga bisa jadi bahan renungan buat semua yaa..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>haduh, hell.. mbok ya si tephy itu ngaca dulu sebelum nulis.. memang kata mas bonggas salah satu alumni kita yang brilian.. tapi kan kalo emang segitu briliannya ndak usah njelek&#8221; in almamater sendiri di blog.. kan si tephy itu ditelurkannya juga dari hi unpar toh.. memberi kritik dan kritis itu bagus.. dan monggo sekali.. tapi sebagai anak hi juga berasa agak merah gak sih muka saat membaca cara penyampaian yang mungkin dimaksudkan untuk lugas dan jujur tapi malah jadinya kasar dan gak pake tedeng aling-aling.. untuk mbak tephy.. mbak, saya kan anak hi juga nih.. 05.. saya mungkin ndak sebrilian mbak, tapi sebagai anak hi rasanya kita semua diajari cara berdiplomasi yang baik dan benar termasuk bagaimana menyampaikan kritik terhadap oposisi.. kalau kita menyampaikan kritik terhadap oposisi saja harus dengan halus dan menyunggingkan senyum, apalagi harusnya kalau kita menyampaikan kritik membangun terhadap almamater sendiri kan.. bisa dengan cara halus yang tidak merendahkan, apalagi kasar&#8230; semoga bisa jadi bahan renungan buat semua yaa..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: amahlazwar</title>
		<link>http://amahlazwar.wordpress.com/2008/12/04/the-great-debate-of-unpars-international-relations/#comment-38</link>
		<dc:creator>amahlazwar</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 12:51:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://amahlazwar.wordpress.com/?p=89#comment-38</guid>
		<description>@ rean

we know right?

@ manda

hahahaha yeah, a little bit carried away I guess</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ rean</p>
<p>we know right?</p>
<p>@ manda</p>
<p>hahahaha yeah, a little bit carried away I guess</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: maand</title>
		<link>http://amahlazwar.wordpress.com/2008/12/04/the-great-debate-of-unpars-international-relations/#comment-37</link>
		<dc:creator>maand</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 12:42:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://amahlazwar.wordpress.com/?p=89#comment-37</guid>
		<description>nah, nah..
sudahlah Mahel,
semua orang kan punya pendapat msg2,
mari dihargai pendapatnya..
kan enak kl smuanya slg menghargai satu sama lain ;D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>nah, nah..<br />
sudahlah Mahel,<br />
semua orang kan punya pendapat msg2,<br />
mari dihargai pendapatnya..<br />
kan enak kl smuanya slg menghargai satu sama lain ;D</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ryan Rahardjo</title>
		<link>http://amahlazwar.wordpress.com/2008/12/04/the-great-debate-of-unpars-international-relations/#comment-36</link>
		<dc:creator>Ryan Rahardjo</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 18:07:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://amahlazwar.wordpress.com/?p=89#comment-36</guid>
		<description>haha.. yaya.. another essay!

hm.. I&#039;ve already mentioned my solutions in Calvin&#039;s blog.. but agree with ur statements buddy! haha.. yeah yeah yeah..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>haha.. yaya.. another essay!</p>
<p>hm.. I&#8217;ve already mentioned my solutions in Calvin&#8217;s blog.. but agree with ur statements buddy! haha.. yeah yeah yeah..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
